Laman

Selasa, 19 Januari 2010

Agar Tak Dahaga [sebuah refleksi ruhani]

Pernah seorang teman dirawat dalam sebuah ICU karena gagal jantung. Dokter memasukan selang-selang plastik ke dalam mulutnya dari mesin pompa darah. Ketika sadar, ia tak bisa bicara. Bibirnya yang kering mencoba berbisik : "haus...haus..." Ia haus luar biasa, tetapi saya dilarang memberinya minum. Saya hanya boleh mengolesi bibirnya dengan kapas yang dibasahi air. Sungguh pedih melihat ia menderita kehausan, sementara yang saya lakukan tak cukup untuk memuaskan dahaganya. Kehausan adalah penderitaan hebat, orang bisa membayar berapapun untuk memuaskan dahaga. Perempuan Samaria yang ditemui Yesus juga kehausan luar biasa. Bukan kehausan akan air, tapi lebih tepat haus akan Kasih Sayang. Ia mengira, dengan menikahi seorang lelaki, dahaganya akan terpuaskan. Nyatanya tidak. Ia mencoba dengan lelaki lain, sama saja. Sampai lelaki ke enam ia tetap dahaga. Yesus berkata, yang perempuan itu butuhkan adalah "Air Hidup." Maksudnya, Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat mengisi "Ruang Kosong" di hati kita. Memberi kehangatan kasih sejati yang tak dapat manusia berikan. Jika kasih-Nya melimpah di hati, hilanglah dahaga itu. Tidak lagi menuntut terlalu banyak dari kasih manusia yang terbatas dan lalu bersyarat...

Apakah kita sering kecewa karena merasa kurang dikasihi?
Apakah kita terlalu berharap banyak pada orang-orang terdekat?
Berhentilah menjadikan orang lain sebagai sumber kasih. Mintalah Roh Kudus memenuhi hati kita dengan Welas Kasih-Nya. Semoga kita bisa diubah menjadi Penyalur Kasih (bukan pengemis kasih).

sumber bacaan: Yoh 7:38,39.
dari Sungai Palayangan, Pangalengan Jawa Barat. Salam Sejahtera...

1 komentar: