Laman

Senin, 22 November 2010

jenis hidrospeed





Selasa, 10 Agustus 2010

dua anak sungai...

dua anak sungai bertemu
satu aliran dalam dan menyempit
satu lagi luas namun mendangkal
agak kacau aku membahasakannya..
biarlah itu urusan para geolog..

lagi pula aku kan kan gak tau
the when
and the hownya...

cikapundung, sore tadi

Selasa, 02 Februari 2010

Objective danger..! Subjective danger...!


menurut Elizabeth Hall, dalam Psychology Today and Introduction, para penggiat kegiatan di Alam Bebas biasanya mempunyai spesifikasi khusus dalam perilakunya. Umumnya mereka mempunyai kebutuhan sukses yang tinggi, bersipat asertif, punya kebutuhan dominasi yang tinggi, memiliki taraf kecemasan yang rendah, dan punya kontrol emosi yang kuat. Spesifikasi ini pun dapat terlihat nyata pada kegiatan Riverboarding. Sisi yang tampak nyata dalam bermain Riverboarding adalah dimensi Risk taking. Orang yang mempunyai tipikal high risk seringkali berani mengambil resiko terhadap aktifitas yang dijalaninya, sedang sesorang yang mempunyai tifikal low risk biasanya suka mencari jalan aman, kurang berani mengambil resiko terhadap aktifitas-aktifitas yang dijalani. Dalam dunia petualangan sering dikenal istilah Objective Danger dan Subjective Danger. OD adalah bahaya yang disebabkan oleh Alam, misalnya arus sungai berjeram panjang dan tidak beraturan, banyak Stopper atau batuan yang menjebak dan membahayakan. Sedang Subjective Danger adalah kemampuan dari si pelaku yang kurang memadai. Dalam melakukan kegiatan Riverboarding seseorang dituntut untuk benar-benar bisa memadukan OD-SD ini, mengintregasikan kemampuan dan kondisi Alam sekitar (sungai). Sebab bila tidak, kecelakaan bisa setiap saat terjadi. Jadi jangan lah masuk kedalam Jeram yang mempunyai klasifikasi yang ber-Grade tinggi tapi disisi lain Skill tidak memadai (contoh: kemampuan menganalisa debit, gradien, morfologi sungai dll) .Kita bersama bisa saling mendiskusikannya. Umumnya pemaduan OD-SD akan terlihat pada saat kita turun di sungai yang belum pernah kita turuni saat ber expedisi. Dalam expedisi biasanya OD belum jelas berapa besarnya, maka skill primalah yang biasanya dibutuhkan. Penting sekali dilakukan apa yang namanya Scouting (mengintai). Pengintaian diperlukan bila kita buta sama sekali pada medan yang kita lalui, terlebih dahulu pada expedisi perdana. Dalam scouting akan kita jumpai proses psikologis yang terkait. Proses pertama yang terjadi adalah pengamatan atau observasi. Sebelum mengambil keputusan untuk melewati Jeram, beberapa variabel psikologis mengambil peranan yang sangat aktif. Diantaranya adalah Drive atau dorongan untuk menikmati jeram-jeram yang ganas, kemudian persepsi tentang tingkat kesulitan jeram-jeran itu sendiri juga konsep diri dalam mengukur atau mengintrofeksi tingkat kemampuan diri. Pada orang yang mempunyai type high risk dorongan untuk menikmati jeram-jeram yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi biasanya besar. Type high risk juga selalu mencari jeram-jeram yang menantang untuk mengukur tingkat adrenalinnya, sedang pada orang yang bertype Low Risk, lebih berhati-hati dalam mengukur kemampuan diri dengan tingkat kesulitan medan jeram yang akan dilalui. Dalam Riverboard juga dikenal adanya suatu satuan kelompok atau Tim, walaupun olahraga ini bersifat Individual . Untuk itu diperlukan adanya komitmen yang jelas dan komunikasi yang baik bagi sebuah tim agar kekompakan terbina. Jelasnya para aktifitasnya sanggup menjaga diri sendiri dan memelihara kepentingan kelompok sebaik mungkin. Dinamika kelompok yang menyangkut hubungan interpersonal di antara anggota tim akan berperan dalam tingkat perundingan sebelum mengambil keputusan. semoga...

tentang waktu


lambat laun tibalah kini Februari tahun 2010. saya ingin sedikit menulis tentang waktu: _ saya lahir di tahun 1965. berarti saya sekarang sudah berusia 45 tahun, atau sudah hidup 45 tahun lamanya atau juga sudah menghabiskan waktu 45 tahun untuk hidup. nah kalau dikatakan waktu itu tidak ada , berarti saya tak pernah hidup selama 45 tahun. tapi kalau dikatakan ada, saya tak pernah mendengar, mencium, atau merasakannya. kalau sudah sudah berusaha keras tetapi tidak juga kaya, orang bilang: belum waktunya. tetapi kalau saya meninggal, orang bisa bilang: sudah waktunya.


photo: kota Bandung di malam hari. dari arah Cibanteng februari 2010.

Kamis, 28 Januari 2010

Indah pagi ini...[ suatu hari dengan berbagai keluarga manusia]

Rabu, 27 Januari 2010

2 hari petualangan di Cimerak- Batu Karas




semoga tidak akan melangkahi pagar, karena pagar itu maksudnya adalah batas
semoga tidak akan mengambil api, jika kamu masih perlu dingin
semoga tidak akan menyebut percaya, jika kamu belum merasa
semoga tidak akan berbuat keburukan atau tercela, karena keburukan akan mengakibatkan celaka
semoga tidak akan menghina sesama, karena tahu tunggal se-Tuhan
semoga tidak akan ngelunjak kepada karuhun atau leluhur, karena kita lantaran asal darinya
semoga tidak akan (punya maksud) merusak semua keadaan yang dijadikan oleh Tuhan, tidak akan membuat tidak enak rasa-rasanya mahkluk Tuhan

sebuah Pamendak Bapak Mei Kartawinata, dalam buku bukaeun Kuring.