Laman

Selasa, 02 Februari 2010

Objective danger..! Subjective danger...!


menurut Elizabeth Hall, dalam Psychology Today and Introduction, para penggiat kegiatan di Alam Bebas biasanya mempunyai spesifikasi khusus dalam perilakunya. Umumnya mereka mempunyai kebutuhan sukses yang tinggi, bersipat asertif, punya kebutuhan dominasi yang tinggi, memiliki taraf kecemasan yang rendah, dan punya kontrol emosi yang kuat. Spesifikasi ini pun dapat terlihat nyata pada kegiatan Riverboarding. Sisi yang tampak nyata dalam bermain Riverboarding adalah dimensi Risk taking. Orang yang mempunyai tipikal high risk seringkali berani mengambil resiko terhadap aktifitas yang dijalaninya, sedang sesorang yang mempunyai tifikal low risk biasanya suka mencari jalan aman, kurang berani mengambil resiko terhadap aktifitas-aktifitas yang dijalani. Dalam dunia petualangan sering dikenal istilah Objective Danger dan Subjective Danger. OD adalah bahaya yang disebabkan oleh Alam, misalnya arus sungai berjeram panjang dan tidak beraturan, banyak Stopper atau batuan yang menjebak dan membahayakan. Sedang Subjective Danger adalah kemampuan dari si pelaku yang kurang memadai. Dalam melakukan kegiatan Riverboarding seseorang dituntut untuk benar-benar bisa memadukan OD-SD ini, mengintregasikan kemampuan dan kondisi Alam sekitar (sungai). Sebab bila tidak, kecelakaan bisa setiap saat terjadi. Jadi jangan lah masuk kedalam Jeram yang mempunyai klasifikasi yang ber-Grade tinggi tapi disisi lain Skill tidak memadai (contoh: kemampuan menganalisa debit, gradien, morfologi sungai dll) .Kita bersama bisa saling mendiskusikannya. Umumnya pemaduan OD-SD akan terlihat pada saat kita turun di sungai yang belum pernah kita turuni saat ber expedisi. Dalam expedisi biasanya OD belum jelas berapa besarnya, maka skill primalah yang biasanya dibutuhkan. Penting sekali dilakukan apa yang namanya Scouting (mengintai). Pengintaian diperlukan bila kita buta sama sekali pada medan yang kita lalui, terlebih dahulu pada expedisi perdana. Dalam scouting akan kita jumpai proses psikologis yang terkait. Proses pertama yang terjadi adalah pengamatan atau observasi. Sebelum mengambil keputusan untuk melewati Jeram, beberapa variabel psikologis mengambil peranan yang sangat aktif. Diantaranya adalah Drive atau dorongan untuk menikmati jeram-jeram yang ganas, kemudian persepsi tentang tingkat kesulitan jeram-jeran itu sendiri juga konsep diri dalam mengukur atau mengintrofeksi tingkat kemampuan diri. Pada orang yang mempunyai type high risk dorongan untuk menikmati jeram-jeram yang mempunyai tingkat kesulitan tinggi biasanya besar. Type high risk juga selalu mencari jeram-jeram yang menantang untuk mengukur tingkat adrenalinnya, sedang pada orang yang bertype Low Risk, lebih berhati-hati dalam mengukur kemampuan diri dengan tingkat kesulitan medan jeram yang akan dilalui. Dalam Riverboard juga dikenal adanya suatu satuan kelompok atau Tim, walaupun olahraga ini bersifat Individual . Untuk itu diperlukan adanya komitmen yang jelas dan komunikasi yang baik bagi sebuah tim agar kekompakan terbina. Jelasnya para aktifitasnya sanggup menjaga diri sendiri dan memelihara kepentingan kelompok sebaik mungkin. Dinamika kelompok yang menyangkut hubungan interpersonal di antara anggota tim akan berperan dalam tingkat perundingan sebelum mengambil keputusan. semoga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar