Laman

Kamis, 28 Januari 2010

Indah pagi ini...[ suatu hari dengan berbagai keluarga manusia]

Rabu, 27 Januari 2010

2 hari petualangan di Cimerak- Batu Karas




semoga tidak akan melangkahi pagar, karena pagar itu maksudnya adalah batas
semoga tidak akan mengambil api, jika kamu masih perlu dingin
semoga tidak akan menyebut percaya, jika kamu belum merasa
semoga tidak akan berbuat keburukan atau tercela, karena keburukan akan mengakibatkan celaka
semoga tidak akan menghina sesama, karena tahu tunggal se-Tuhan
semoga tidak akan ngelunjak kepada karuhun atau leluhur, karena kita lantaran asal darinya
semoga tidak akan (punya maksud) merusak semua keadaan yang dijadikan oleh Tuhan, tidak akan membuat tidak enak rasa-rasanya mahkluk Tuhan

sebuah Pamendak Bapak Mei Kartawinata, dalam buku bukaeun Kuring.

Selasa, 19 Januari 2010

Agar Tak Dahaga [sebuah refleksi ruhani]

Pernah seorang teman dirawat dalam sebuah ICU karena gagal jantung. Dokter memasukan selang-selang plastik ke dalam mulutnya dari mesin pompa darah. Ketika sadar, ia tak bisa bicara. Bibirnya yang kering mencoba berbisik : "haus...haus..." Ia haus luar biasa, tetapi saya dilarang memberinya minum. Saya hanya boleh mengolesi bibirnya dengan kapas yang dibasahi air. Sungguh pedih melihat ia menderita kehausan, sementara yang saya lakukan tak cukup untuk memuaskan dahaganya. Kehausan adalah penderitaan hebat, orang bisa membayar berapapun untuk memuaskan dahaga. Perempuan Samaria yang ditemui Yesus juga kehausan luar biasa. Bukan kehausan akan air, tapi lebih tepat haus akan Kasih Sayang. Ia mengira, dengan menikahi seorang lelaki, dahaganya akan terpuaskan. Nyatanya tidak. Ia mencoba dengan lelaki lain, sama saja. Sampai lelaki ke enam ia tetap dahaga. Yesus berkata, yang perempuan itu butuhkan adalah "Air Hidup." Maksudnya, Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat mengisi "Ruang Kosong" di hati kita. Memberi kehangatan kasih sejati yang tak dapat manusia berikan. Jika kasih-Nya melimpah di hati, hilanglah dahaga itu. Tidak lagi menuntut terlalu banyak dari kasih manusia yang terbatas dan lalu bersyarat...

Apakah kita sering kecewa karena merasa kurang dikasihi?
Apakah kita terlalu berharap banyak pada orang-orang terdekat?
Berhentilah menjadikan orang lain sebagai sumber kasih. Mintalah Roh Kudus memenuhi hati kita dengan Welas Kasih-Nya. Semoga kita bisa diubah menjadi Penyalur Kasih (bukan pengemis kasih).

sumber bacaan: Yoh 7:38,39.
dari Sungai Palayangan, Pangalengan Jawa Barat. Salam Sejahtera...

Minggu, 10 Januari 2010

Bridge Over Troubled The Water



When you're weary
Feeling small
When tears are in your eyes
I will dry them all

Im on your side
When times get rough
And friends just cant be found
Like a bridge over troubled the water
I will lay me down
Like a bridge over Trouble the water
I will lay me down

When you're down and out
When you're on street
When evening falls so hard
I will omfort you

I'll takes youre parts
When darknes come
And pain is all a round
Like a bridge over troubled the water
I will lay me down
Like a bridge over troubled the water
I will lay me down

Sail on silver girl
Sail on by
Your time has come to shine
All your dream are on their way

See how the shine
If you need friend
I'm sailing right behind
Like a bridge over troubled the water
I will ease your mind
Like a bridge over troubled the water
I will ease your mind

Simon and Gurfunkel

Kutipan lagu untuk sebuah perjalanan di sungai Serayu, Jawa Tengah'
April 2009.

Senin, 04 Januari 2010