Laman

Senin, 21 September 2009

tukang gigi

di dekat pasar cicadas kudapat
tukang gigi palsu.
adapun di pasar kiara condong;
tukang cabut gigi saja...

23 september 2009, sore hari

di tikungan jalan

di tikungan jalan wastukancana
akar pohon akasia bertumbuh makin dalam

dibiarkan
dimaafkannya deru angin yang menerobos
kesendiriannya

selasa 22 september 2009

Rabu, 16 September 2009

Great Men Climb!

Membina sebuah Pribadi dimulai dengan mengenal diri. Selanjutnya kita jebol kepincangan demi kepincangan dalam diri kita satu persatu. Disamping kita membina kebiasaan dalam diri kita yang baik, yaitu keutamaan dan kebajikan. Mula-mula seperti biasa-biasa saja...Tetapi dengan langkah demi langkah, dengan kemenangan demi kemenangan kita akan terasa naik. Gunung ini tinggi. Tetapi pada puncaknya ada yang menantikan kita dan akan memberi mahkota kemenangan. "Great Men Climb"- "Orang-orang besar berusaha mendaki..". Orang-orang besar tidak cuma sukses dalam dunia dagang,politik,militer atau dalam bidang perfilman saja. Tetapi orang besar adalah orang yang mau menerima dan menggunakan bakat yang dianugerahkan Tuhan kepada seseorang. Bahkan demi kemajuan sesama manusia mereka itu berani mengurbankan kesempatan-kesempatan yang mengutungkan mereka sendiri. Tahukah anda(saya juga) orang-orang seperti itu?

Mahatma Gandhi (+1948): Seumur hidup orang ini berjuang dan menderita untuk kemerdekaan India dan untuk menghilangkan kasta-kasta dan kebencian antar ras dan golongan agama, sampai dikemudian hari ia ditembak mati oleh seorang fanatik keagamaan.

Damian de Veuster (+1889): Seorang Imam yang merelakan diri untuk merelakan diri merawat dan hidup bersama dengan orang-orang berpenyakit kusta, sebelum obat yang efektif ditemukan untuk penyakit tersebut, ia meninggal karena ketularan penyakit kusta juga.


Muder Theresa dari Calcuta(.....), R.A. Kartini (+1904), Ir.Soekarno, Tan Malaka,Chris Bonington, WS Rendra, mbah Surip...? Masih banyak lagi bukan?

Apakah saudra(saya juga) ingin menjadi seorang yang besar dalam arti kata sebenarnya? Bukannya besar menurut pandangan dan penilaian sementara orang saja. Bukannya orang besar karena diberi tanda jasa,bintang dan komentar terus menerus di surat kabar. Tetapi besar, karena telah berjuang dan terus menerus membina diri, mengukir kehendak lingkungan hidup. Bisa menjadi pertimbangan?

Tidur atau Zzzzz....

Bulan ini saya banyak sekali Tidur! terus terang ini kegiatan yang mulanya banyak saya hindari. Saya bukan seorang pengindap Imsomania. Tapi jika ingin saya tuliskan dalam permenungan yang sembarangan,kira-kira bunyinya begini: Tidur adalah aktivitas wajib dalam hidup kita; seperti makan, kerja atau istirahat (main ke sungai dan gunung). Tidak ada kehidupan tanpa tidur. Suatu ketika saya melihat seorang pemulung tidur beralaskan rumput di pinggir jalan. Enak sekali tidurnya tidak terganggu hiruk pikuk di sekelilingnya ( saya ingat lagu Leo Kristi tentang Memorial Anak Sudirman ). Saya juga ingat teman saya yang suka kesulitan tidur padahal rumahnya enak dan ber-AC, tempat tidur dari spring bed yang empuk. Tidakkah tidur memang bukan soal tempat, tetapi juga soal hati dan pikiran. Tempat yang paling seadanya juga. tak akan mengurangi keistimewaan tidur kalau hati gembira, pikiran tenang. Lalu, suatu siang saya tidur nyenyak sekali. Tidak lama, cuma sekitar setengah jam saja. Tetapi bangun-bangun badan terasa segar. Segala lelah dan letih semalam terbayar lunas...! Apa yang mau saya ambil dalam catatan tadi? ah, cuma ini: Tidur bukan cuma soal kuantitas, tetapi kualitas...Bukan soal lamanya tapi nyenyaknya! Maka jangan cemas kalau tidur anda cuma sedikit secara waktu, jangan merasa rugi dan cemas. Kecemasan itulah yang justru bisa bikin masalah.Sederhana?