Laman

Kamis, 24 Desember 2009

Suatu Kutipan Tentang Malam Natal...


"manusia lahir ditengah bahasa. ketika ia dilahirkan sudah ada bahasa dalam masyarakatnya. Ia lahir di sebuah tempat yang tidak kosong bahasa. Sang bayi itu tampaknya tidak punya modal bahasa bahkan berpotensi bahasa. Memang ketika ia dilahirkan segera menangis. Menangis itu kegiatan bersuara pertama sang bayi. Tangis bukan bahasa namun tangis itu isyarat hidup. Bayi yang mati tak mungkin bersuara..." malam Natal di Gereja Santa Melania. 24 desember 2009. selamat Natal, bagi yang merayakannya...

Jumat, 18 Desember 2009

Bermain, berlatih dan gembira dengan si Bolang


si Bolang, adalah sebutan 3-4 tahun lalu yang sering muncul hampir setiap siang hari di salah satu Stasiun Televisi Swasta di Indonesia. ini gambar yang diambil saat saya dan teman-teman Bolang (Bocah Petualang) merencanakan pengambilan gambar. karena kita memang bukan terlahir sebagai Selebritis, maka ya sedikit sekali babibunya untuk diteorikan; "Bbyuuuur....!" begitulah bunyinya. mengarungi sungai Citarum dari sanghyangtikoro sampai jembatan (dulu jembatan bambu). karena terbiasa setiap hari sepulang sekolah dan bermain di sungai maka Rendi (salah satu Bolang Bantar Caringin), keliatan banget "country boy"nya. mungkin tidak jauh juga dengan saya...tidak sulit bermain, berlatih dan gembira bersama si Bolang. "semoga banyak berguna buatmu anak-anak...senang sekali dapat mengenalmu lebih dekat..."


_anak-anak menemukan kesenangan dalam ketidak sempurnaan, ketidaktahuan, dan ketidakamanan seperti yang ada dalam diri mereka. saya mengasihi ibu saya karena ia mengijinkan saya untuk melihat yang ada dalam dirinya. Ibu Teresa dari Calcuta.

Senin, 07 Desember 2009

TOPONIMI (tulisannya mas Harijanto Suwarno)

Siapa Yang Berhak Memberi Nama...?

Dua melenium silam, orang beranggapan semua suku bangsa di luar Yunani berbahasa satu, bahasa non-latin Dan bunyinya sama : bar bar. maka semua orang yang bukan yunani disebut orang bar bar. Dan, manusia punya kecenderungan menganggap segala di luar kelompoknya lebih rendah atau minimal aneh. Maka istilah bar bar mengandung konotasi liar. tidak beradab. Hingga sekarang, istilah bar bar sering ditunjukan untuk masyarakat adat di Afrika bagian utara selepas lembah Nil ke barata hingga Sungai Niger. Suatu penyederhanaan luar biasa...Faktanya mereka terdiri dari banyak sekali suku dan budaya. M asing-masing punya nama untuk dirinya. Kebanyakan berkaitan dengan istilah Imazighen atau Amazigh, yang artinya orang bebas.
Nama utk menyebut diri sendiri itu sering disebut dengan Endonim, penamaan dari kelompok sendiri. Nama yang diberikan oleh orang luar disebut Eksonim. Istilah Eskimo diberikan pendatang Eropa. Penghuni Lingkar Kutub Utara itu sendiri menyebut diri Inuit (Alaska Timur, Kanada, Greendland) atau Yup ik (Alaska Barat atu Rusia Timur). Nama Kubu juga bernada merendahkan, juga pemberian orang luar. Pemerintah pernah menamakan Suku yang hidup di Pedalaman Jambi itu Suku Anak Dalam. Padahal mereka lebih senang dipanggil sebagai Anak Rimba atu Orang Rimba. Penggunaan Eksonim diperdebatkan menjelang akhir abad 20, masa banyak membebaskan diri dari dominasi negara lain. Cekoslovakia pecah menjadi Republik Ceko dan Slovakia. Yugoslavia berubah menjadi Serbia, Bosnia dan Herzegovina. Uni Soviet kembali berubah menjadi negara-negra berdaulat penuh. Nama Kiev, ejaan Russia dikembalikan menjadi Kyiv. Masyarakat setempat ingin melenyapkan sisa-sisa aroma dominasi Russia. Istilah Irian sekarang dikembalikan(?) ke Papua. Konon istilah Irian adalah singkatan dari : ikut Republik Indonesia, Anti Nederland. Papua dianggap lebih mencerminkan kemandirian masyarakatnya, tidak semata bagian dari Indonesia, lebih sesuai dengan semangat Desentralisasi.

Endonim atau Eksonim ?

Yang paling berhak memberi nama suatu suku adalah suku itu sendiri. Jadi jelas endonim yang dipakai. Tapi bagaimana bila jika itu merupakan nama tempat ? Dalam geografi dikenal dengan istilah Toponimi, pemberian nama bentukan geografis (gunung, sungai, laut, bukit, air terjun dsb). Ortang pertama menemukan berhak memberi nama>
Nah, siapa yang pertamamenemukan Benua Amerika? Amerigo Vespucci, Columbus atau suku Indian? Siapa yang lebih dulu melihat Puncak Cartenz? Jan Cartenz atau penghuni Lembah Baliem? Sudahkah kita coba mencari apa nama puncak tertinggi di Indonesia itu menurut orang Dani? Kenapa kawasan yang sejak jaman purba dikenal oleh suku Dani, Amungme, dan N duga sebagai Dugundugu, diberi nama Taman Nasional Lorentz?
Berangkat dari semangat menghargai orang, kelompok, kebudayaan lain itu, para ahli geografi lalu berusaha menghindari penggunaan Eksonim. Ada gerakan untuk mengembalikan nama-nama geografis kepada Endonimnya.

Hidronimi

Dalam Hidronimi (penamaan badan air) juga ada yang konservatif terhadap nama pemberian penduduk lokal. Sungai Mississipi(=bapak segala sungai), endonim Indian, menjadi nama resmi hingga sekarang, Missouriu(=kano batang pohon) berasal dari suku indian misouri yang dulu tinggal di DASnya. Yelloe River, sungai terpanjang kedua di China, kini kembali ke endonimnya: Huang He (= sungai kuning), sungai terpanjangnnya, Yangtze atau Chang Jiang (=sungai panjang), malah tak pernah di inggriskan. Begitu juga sungai terpanjang di Thailand, Mekong(=ibu segala sungai). Kelompok yang menentang penggunaan endonim beralasan banyak eksonim terlanjur dikenal, bahkan menjadi bagian bahasa lokal. Alasan lain: susah di eja , endonim kadang menggelikan dalam lafal inggris. Misalnya: kota perancis bernama Condom, desa di Austria bernama Fucking, atau Bastard di Norwegia, cunt di Spanyol, Dilda di Kanada, Fuku (shensi, Cina) Coba lagi Sexmoan(Filipina), lalu ada juga Pussy(perancis) dan haha banyak lagi...

Seragam itu indah?

Dalam bahasa Persia, Aravand -rud berarti sungai deras, sementa di belahan lain bumi, Saskatchewan adalah istilah Indian Creek di Amerika Utara untuk sungai yamg mengalir cepat. bukankah di antara kedua tempat itu banyak sekali sungai-sungai yang mengalir cepat atau deras? kalau semua diinggriskan, bakal berupa banyak sungai dengan nama sama: Swift River, Fast River? Lalu, kapuas dan Mahakam harus masuk kota sama dengan sungai Amazon, Mississipi, mekong karena semua akan bernama Big River. Semua sungai yang airnya berlumpur akan rancu dngan Sungai Susquechanna di Amerika Utara, menjadi Muddy River. Semua Sungai yang berjeram dan berarus dan berbuih putih, bersama dengan Sungai Sefid-rud di Iran akan menjadi White River. Sungai besar yang berair hitam dikawasan gambut pedalalaman Kalimantan dan Sumatera, akan bernasib sama dengan sungai Thames di Inggris, menjadi Dark River (Thames= sungai gelap /hitam,latin).
Lianfairwligwynggligogeryychwymdrobwillantysliogogoch adalah nama kota kecil di pesisir utara Wales, Inggris. Nama aslinya, cuma V dari panjangnya sekarang, berarti: Gereja Santa Maria di kolam berkabut putih bersambung...